PUISI CINTA SiddiQurrohman Abad Arz (1)
Sebuah pengembaraan angin lepas didadaku
_Perempuanku
seandainya saja kau pahami sebuah pertunjukan yang buram disetiap
gerakannya
mungkin seperti sebuah gemerlap lampu yang seringkali membingkai
hari-harimu
tapi seperti pula suasana kosong atau suasana baru yang kau fahami
sebagai sebuah perjalanan
Perempuanku,
ketika angin lepas bertiup kencang di dadaku
kau tau, sebuah pengembaraan sedang melelapkan perasaannya di hatimu
aku merasa damai sekali menikmati pemandangan indah dalam tangis dan
tawamu
dan ketika itu wajahmu seakan menebar aroma
Malam berganti siang,hari berganti minggu dan sampai di ujung harapan
jika kau pulas tertidur ku selimuti engkau dengan badanku
jika kau mengulas duka kuajari engkau tentang kesabaran,dan
jika kau butuh harapan pundakku akan menjadi tempat sandaran yang kokoh
itulah sebias sinar terang dalam menggapai hari-harimu
sedangkan bulanpun tak pernah alfa menjelma sebuah keindahan malam
perempuanku,cintaku padamu adalah sebuah perjalanan yang sedang
kunikmati
bukan sebuah permata yang aku puja dalam buaian mesra belaka
karna mencintaimu adalah bagian dari daging-daging kehidupan
mungkin saja tanpamu aku akan keronta tanpa daging dan nyawa
jika aku boleh menitipkan sebuah perasaan untuk kau
jaga
aku akan mencoba melukis pelangi di hatimu
yang akan menjadi hidangan bulan madu disetiap langkahmu
menunggangi kehidupan dalam suka maupun duka penuh bangga
kita akan memadu kasih sepanjang kebersamaan,perempuanku
Perempuanku,
ketika angin lepas bertiup kencang di dadaku
rasanya sebongkah kata-kata tak akan pernah mampu menafsirkan senyummu
saja
karna sebuah perasaan akan menguras kering tinta dalam sajak-sajakku
tapi,maafkanlah
jika aku berani mengajakmu bercinta
aku hanya ingin terbang setinggi harapan para penenun sutra kehidupan
dihari esok
yaitu dengan kepaan kedua sayap-sayap cinta yang telah kau sempunakan
di hatiku.
Kamar rindu
surabaya, 12-11-12
Mencari tanpa menemukan
Angin yang bermalam dibukit hayal
melepas ceritanya sang fajar
kekeringan fa, tanpa kutemukan
jawaban setelah fajar itu tak kunjung datang
angin menggantikannya bersama malam
aku bertemu embun kesiangan fa.
Dapur pahlawan, 2013
Engkau hadir menemui tidurku.
Engkau dan angin yang kau bawa mendamaikan
keruh bergelombang
Titipan untuk hari ini engkau menyuguhkan
kisah bebunga tanpa daun
Untuk hari esok engkau menuturkan peperangan
batin di padang kering
Hadirmu tak kuasa ku maknai !
Kini aku lupa untuk bertanya pada mimpimu
Tentang bunga yang hidup tanpa daun
Atau daun yang selalu menanti kehidupan
bersama bebunga
Ow,, ribuan makna adalah abdi
Menjadi tunggal hidup yang sejati, setelah
Hari kemaren menjadi cahaya yang mencerahkan
ribuan warna hari ini
West
Waru, -02-2014
Untuk hatimu,Fa
Sempaikan
suaraku !
Fa,tadi
malam aku mimpi kamu
Hingga
aku ingin mengulanginya untuk yang kesekian kali
Sempaikan
suaraku !
Asmaraku
telah tumbang dalam nyeri
Aku
seakan hilang diantara suka dan dukamu
Duka
mendung saat kau abaikan tatapanku
Hingga
tumbuhlah benih-benih berkarat yang mengumbar sakit dihatiku
Fa, !
Satu
bintang yang pernah kau titipkan padaku
Adalah
sebuah kesunyian yang menjadikan malam-malamku penuh pesta
Aku
hanya membiarkanmu melihatnya yang kemudian akan hilang dalam sekejab
Sebenarnya
aku ingin mengucapkan sebuah kata
Sebuah
impian yang terajut di dalamnya
Sebuah
kebahagiaan yang abadi
Dan
akupun akan menyiapkan kembang tujuh rupa untuk memandikannya
Tepat
dibawah bulan purnama yang tenang
Sampaikan
suaraku !
Fa, !
Kau
pernah mengubah gerah dalam senyummu
Hingga
aku benar – benar ingin menyimpannya
Yang
kemudian akan terpatri di hatiku,untuk selamanya
Tapi
benarkah jawabnya
Ketika
dia menyingkap tabir yang sesungguhnya
Seperti
aku yang menulis sebuah jawaban untuk malamku
yang
mengusikku dalam bunga bunga tidurku
seakan
sepi tapi pasti
05-01-2013,ampel suci
Aku adalah Kamu
(Bahasa Nyai)
Satu ditambah satu sama dengan dua
Aku ditambah aku sama dengan kamu
Aku ditambah kamu sama dengan kamu
Kamu ditambah aku sama dengan kamu
Kamu ditambah kamu sama dengan kamu
Aku, kamu, dan kalian membingungkan
Aku, kamu, dan kalian berdarah
Aku, kamu, dan kalian merangkai semu
Dan kemudian meletakkannya di arus yang bisu
Emperan
makan, 22-01-2013
Sabda kain kafan
Dengarkan bisikku
Sempat ku bertanya pada angin
Yang berhasil menghembuskan kasih di hatiku
Terpaan demi terpaan membekukanku
Tapi, hari ini aku akan sampai hati
melupankannya
Seperti saat kemarin aku dilahirkan dari
cakrawala
Dimana mukaku dan mukamu saling memalingkan
pandang
Muka kosong tanpa basa basi
Dan bahasa tanpa muncuri makna
Kita sama – sama menunggangi ombak demi
merangkul mimpi
Seperti pertama kita saling membagi muka
Dengarkan tangisku
Aku ketakutan ketika aku harus membendung
kristal-kristal air mataku
Seperti bendungan samudra ingin melepaskan
cerita ke dalam hatiku
Ketika aku bangun dari gelap aku merasakan
kedamaian pagi ini
Tetapi mereka akan membawakan cerita pilu dalam bisu
Aku masih membayangkan tentang pekabar yang
membawakan cerita itu
Jika harus bertemu kegelapan lagi dimalam hari
Emperan
makan, 22-01-2013
Perkawinan
cinta dan luka
Setelah rawa bertemu mendung
Awan menjadi hujan
Hujan menyisakan gerimis
Gerimis turun menjadi batu, batu-batu tidurku
Mengeras, melancip menjadi kisaran waktu
tentangmu
Menggelinding dari ujung luka sampai kafas
dahagaku
Sepuluh kata yang berserikat membunuhku,
menggerut jidatnya
Luka-luka yang hampa
Melakukan aktivitas sejarah nanah selama
seratus tahun
yang
hidup dihatimu
merayap bak kehinaan dan hidup tanpa cinta
hahaha, luka-luka yang hampa
akulah pohan jati yang menunjuk kelangit
mengawinkan cinta dengan luka
memperkosa kelamin- kelamin masa
luka-luka
yang hampa
akulah
pohon jati yang tinggal batangnya
mengabdikan
diri pada langit sepanjang cinta.
REC,
15-02-2014
Negri malam
Aku bersama malam merayap di hamparan paku-paku
Tamparan bunyi-bunyi tragis menjadi legenda tak berirama
Seorang ratu yang ingin merakit jembatan di atas lautku, laut
kerapuhan
seorang aku yang merangkul air mata lembab di kedua bibir mataku
kau anggap sebuah panggung sandiwara
antara aku yang memerankan dan kelam adalah negri malam
Seperti pula malam yang membiarkanku
tenggelam teramat dalam
Sayap sayap terhempas dibukit
kepedihanku
Tidak ada lagi angin
Aku bermalam yang panjang
Kini engkau terdiam
Saat pisau kembali menikam
Semakin panjang dan memuncit tajam
Perih,pahit mengunyak sesobek sirih
Terasa anyir didekatmu
Engkau
tak memperhatikan nafasku
Engkau
pula yang menelantarkanku
Inginku
tak bisa dibaca
Hei, engkau memerankan malam
Jidatku kau tanami duri-duri parsung
Jika engkau masih ingin bermalam
Bawalah aku bersama bintang-bintang
Dan itulah yang
kau miliki_kata orang
Dapur Pahlawan, 16-04
Narasi Luka
Luka
Ini Narasi
Narasi ini luka
Ini narasi luka
Narasi kelam
Narasi bisu
Syafana, aku ada
Bukan narasi ini na
Na ini na
Luka
Hingga kau basuh
dengan permata
Atau aku akan menanyakan hatimu
Dan saat ada
Aku benar-benar luka,hingga aku ada
Dapur Pahlawan, 16-04
Mengeja
Angin
Cintaku padamu adalah tungku kosong
Hidup di baranya adalah angin seribu sayap
kekar
Kering-kering hatiku yang amarah
Menganga seperti duri, merambat bak retak,
pulas seperti hadiah,
Dan,......
Seperti dan angan-angan yang hidup semesta
Cintaku padamu adalah tungku kosong
Menggariskan titah di lautku
Tak ada air tak ada pula yang kuberi nama api
Semua adalah cinta yang mengutuk mata dan
semua yang kuanggap mata-mata
Cintaku
padamu adalah tungku kosong
Tak
ada bahasa dan beku di lautan kata-kata
Dapur
pahlawan, 05-02-2014
Kos Kotak
kosong
_sebuah perasaan
Sesaat saja kau telah hadirkan sebuah perasaan
yang bisu
Yang kian sulit kupadamkan_tidak surut
secuilpun
Seperti api dalam selimut kaca yang bening
Aku hanya ingin mencoba memahami
Meskipun kegagalan selalu kutemui
Karna perasaan ini selalu berkata sama
tapi hanya kubiarkan lewat didepan mata
malam ini pun aku menemukan hal yang sama
ketika aku memaksakan kehendakku yang polos
itu
mengajaknya berpesta dimalam yang damai tak
berpenghuni
tapi mustahil karna menemuinya saja harus
memakai topeng yang amat tebal
hidup seperti ini sangat menyakitkan_teriris
kebohongan yang masih merasa sombong
hidup cemar oleh perasaan yang ingin selalu
dimanja dan asmara tanpa percintaan
apakah aku masih bisa berharap untuk mengahiri
perasaan yang tidak berakar
semoga saja pagi ini semuanya akan dijawab
penuh janji kebahagiaan
hingga aku benar benar menjadi yang sejati
dizaman ini
hingga memanuskripkan sejarah percintaan
seperti duniaku dan dirimu,na
yang menyatu dalam tapa suci
kontraan seni,06-01-2013
Kami semua bisu
Sunyi tak bertuah membentang busur kepedihan
Kata-kata yang kau gantung di angkasa
terhempas bekuan harapku
Tirai sudah cukup ku nikmati sebagai rumah
peri
Aku telah menerbangkan separuh bumi yang
berpijak
Dalam bungkam yang kian berjalan tanpa ada
yang pasti
Syair pujangga menyamarkan pandanganku
Lurus hingga hanya ada potret kekosongan alam
mimpi
Duhai,,,,hanya engkau yang dapat memalingkan rupaku_Rupamu
Kami semua bisu
Bumi Pahlawan, 25-03-2013
Cerita pohon yang ingin melahirkan bebunga
Dari dirimu gerimis mengajakku bercinta lagi
Tiupan angin yang berlari dari sisa alas kaki
yang mempertemukan kita
Terciptalah sebuah mendung yang tak mampu
berucap
Sesekali aku melihat bekuan rindu yang batu
Dan aku menjadi burung yang ingin mengepakkan
sayap senyap dihatimu
Perasaan itu telah menjadi pohon yang ingin
melahirkan bebunga
Za, dari dirimu gerimis malam menemukan pula
kesendirianku
Hingga sepi tak lagi menjadi santapan bahasa
teman temanku
Tapi, taukah engkau za,
Jika malam telah melukis gerimis di kedua
kelopak mataku
Ini bukan soal cinta yang buta
Tetapi pagi telah melarikan diriku dari
melihatnya
Karna Engkau datang dan meletakkan tanganmu
yang mungil itu
Di kedua bola mataku
Dapur pahlawan, 25, 05, 13
0 komentar:
Posting Komentar