OBAT TANYA
Tanpa waktupun jarak akan menemukan rahasia wajah itu
Mungil dan bijaksana
Semua membuatnya tak adil
Semua hanya untuk keluasan hati
Dan bangkitnya pertunjukan senyum
“Ah, seru” katanya
Jika kebodohan yang mendekam
Maka aku tidak akan mempercayai waktu
Walau untuk kekuasaanku menyetubuhi tubuhnya
Dalam kamus arusku
Waktu telah menodai musim
Dan selamanya aku tidak akan menjumpai terik siangnya.
Dapur Pahlawan, 28-09-2014
TERIAKAN LKMM
Mereka menyentuh kening kuning emas aroma tubuhmu
Sewaktu hendak lelaki itu serukan kenangan
Tubuh gigil di perbukitan hati, dan menggapai tangisan
lelaki itu
Masih membatu seperti waktu berlalu
Reranting pohon karet menyaksikan perhatianku
Daun daun tua yang tanggal dari tangkainya mengikuti gigilku
Tetap mengikuti lekuk tubuhku tapi tidak ada pihak
diperasaanku
Menemui malam, seperti langkah mendekat pelan
Engkau pula yang datang membiarkan selapis bibir mungilmu
uttuk ku intip
Hendak kuciumi aroma itu, jarak mengencangkan ukuran tatapan
kita
Setelah berakhir jarak, engkau merasa lemas sedang telunjuk
pohon mengusirku
Untuk segera enyah dari perasaan itu, sebut saja aku
mencintaimu
Bumi Pahlawan,
DIBALIK BEKUAN SUHU COBAN TALUN
Coban talun mengemas mimpi seorang penunggang kuda
Ketika ditanya tentang dahaga dan seribu seruan nasib
Kuda menganga dan meluruskan langkahnya
Kuhentikan
gerakan kuda jantan yang meleawati hatiku
Biarkan
saja menganga dan bermukim menunggu musim
Sudah
saatnya menggantikan kebosanan hati
Yang
diterbitkan lubang lubang gelap ketika hendak kupinta cahaya
Na, kutemukan dirimu berdiri disamping bekuan suhu coban
talun
Dan tetap saja terabaikan cita citaku menuju puncak tegak
coban talunmu
Padahal ribuan pengembala kuda lainnya sedang menunggu
keberhasilanku
Merangkul dan menurunkan keangkuhan coban talunmu
Hingga sampai di bawah kedamaian hati
Yaitu menghidupkan benih hatimu di sebidang dadaku.
Dapur Pahlawan, 02-10-2014
0 komentar:
Posting Komentar